Telekomunikasi jadi mudah dan berisi.

Istilah executive sudah marak dan merebak dewasa ini. Seringkali orang mendefinisikan mengenai executive sebagai golongan khusus untuk kalangan terpilih. Umumnya disepadankan dengan orang-orang yang mampu secara finansial. Namun apa arti executive sebenarnya? Dan apakah Anda adalah salah satunya?

Peter F. Drucker, Bapak dari Manajemen Modern, mendefinisikan executive sebagai people who execute things effectively. Meleburkan istilah “execute” dan “effective” dalam sebuah definisi baru : “executive”. Jadi seorang executive adalah orang-orang yang berani mengeksekusi (tentunya diawali dengan kegiatan pengambilan keputusan yang tepat), berani bertanggung jawab guna mencapai efisiensi dari usaha. Bukan berarti pemimpin perusahaan, orang-orang pada manajerial level akan otomatis menjadi seorang executive. Selama dia belum berani mengambil keputusan, melaksanakan keputusan itu dan konsekuensinya serta bertanggung jawab atas apapun hasilnya (bukan hanya saat mengambil nama atas keberhasilan) maka dia belum bisa disebut sebagai executive. Demikian pula, individu di level manapun mulai dari level terbawah selama dia sudah mampu mencirikan sifat di atas maka dia adalah seorang executive dan sudah mengusahakan jalannya untuk menjadi seorang pemimpin besar.

Seorang executive sering diinterpretasikan sebagai orang yang ahli dalam pengelolaan orang lain, sumber daya lain atau hal lain di luar dirinya. Bukan hal yang salah, namun semua penguasaan dan pengelolaan atas sumber daya lain atau orang lain untuk mencapai efektivitas sejatinya dimulai dari pengelolaan diri sendiri terlebih dahulu. Karena seorang executive yang tidak mengelola dirinya sendiri agar menjadi efektif akan mustahil dapat mengelola sejawat, bawahan atau sumber daya lain untuk menjadi efektif. Dan sedikit mengulang apa yang diajarkan da’i kondang, Abdullah Gymnastiar, semuanya dimulai dari yang kecil, dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang.

Kemampuan seorang executive bukanlah sebuah bakat yang hanya dimiliki segelintir orang. Bukanlah hal yang tidak bisa diraih. Sebagian besar executive sukses dan telah menjadi CEO ternama sering kali tidak memiliki kesamaan dalam kepribadian satu sama lain. Bukanlah pula mereka pemimpin yang stereotipikal. Mereka memiliki beraneka kepribadian, sikap, nilai, kekuatan dan kelemahan. Jadi bukanlah kepribadian ataupun bawaan lahir yang membuat mereka mampu menjadi executive. Jadi apa yang sebenarnya membuat mereka menjadi executive?

(disarikan dari Buku Peter F. Drucker Effective Executive)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: