Telekomunikasi jadi mudah dan berisi.

 “Saat biaya untuk mengakses internet menjadi sedemikian rendah orang tidak akan kesulitan  memilih media apa yang akan mereka gunakan tapi mereka lebih memikirkan content apa yang akan memuaskan mereka.”

Wisnhu Ajie F.

 

Tak disangsikan lagi industri content akan segera menjadi industri telekomunikasi masa depan. Industri ini diprediksi akan meraup untung yang sangat besar. Bahkan lebih besar dari pendapatan industri penyedia jaringan sebagai “media” yang mereka lalui. Salah satu bukti yang bisa disajikan disini adalah biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan layanan content per MB akan jauh lebih tinggi dari biaya yang dibutuhkan untuk berlangganan internet per MB.

Seperti telah diungkap oleh Prof Andrew Odlyzko bahwa harga layanan content saat ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga menyewa link untuk melaluinya. Contoh yang beliau ambil adalah layanan SMS. Harga SMS saat ini di US berkisar pada angka $ 0.10 setiap 30 byte ini berarti harga layanan SMS per MB adalah $ 3,000. Bandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk sebuah penyedia layanan internet kecil (ISP) untuk mengakses backbone dengan kapasitas 3 GB per bulan adalah $ 30 per bulan. Hal ini berarti biaya untuk mengakses layanan internet per MB nya adalah $ 0,01. Sungguh suatu angka yang sangat timpang [1].

Jika ingin disimpulkan maka perbandingan antara layanan jasa dengan layanan internet dan digambarkan dalam sebuah tabel adalah seperti berikut :

 

 

 

Angka dalam tabel di atas bukan tepat perbandingan dari harga real di lapangan tapi hanya untuk menunjukkan sebuah perbandingan mengenai betapa besar biaya yang didapatkan dari menyewa layanan jaringan dibandingkan dengan menyewa layanan content.

 

Alasan lainnya adalah sebuah perusahaan penyedia content tidak perlu menyelenggarakan jaringan mereka sendiri untuk dapat terhubung kepada para pelanggannya karena para penyedia jaringan sudah bersusah payah untuk mengusahakan hal ini. Para penyedia content tinggal menyewa atau membeli dari penyedia jaringan untuk dapat terhubung ke internet. Sedangkan untuk koneksi dari internet ke pelanggan mereka, para pelanggan mereka yang akan berswadaya untuk mengusahakan.

Terkadang hal semacam inilah yang memicu kemarahan dari para penyedia jaringan. Seperti dikatakan Ed Whitacre dari AT&T [2]:

“Menurut Anda bagaimana mereka bisa terhubung ke pelanggan mereka? Melalui jalur pita lebar. Jalur pita lebar yang dimiliki oleh perusahaan pita lebar. Melalui jalur pita lebar yang kita miliki.  Dan kini mereka akan menggunakannya secara gratis, tapi saya takkan membiarkannya kita telah menghabiskan banyak modal untuk ini kita akan  mendapat hasil yang lebih setimpal.”

Namun bagaimana sebenarnya kondisi pasar di Amerika Serikat khususnya di bidang telekomunikasi? Bagaimana perkembangan posisi industri penyedia jasa terhadap industri penyedia jaringan? Dan pertanyaan akhirnya bagaimanakah prospek industri penyedia jasa terhadap industri penyedia jaringan?

To be concluded … <read Pangsa Pasar Industri Content di Amerika Serikat>

Comments on: "Prospek industri content sebagai industri masa depan." (4)

  1. gmn cr nulis kayak gini? kasih tau dong.
    salam kenal, anggota br lumpia juga.

  2. gila..
    full tentang content..ahaha
    xry ya w ambl beberapa dr blog u..
    wat tgz xkul..hohoho

    from:
    luthudiana@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: