04.18.08
Di-’Skak Mat’ SMS, Reputasi Atlet Tercoreng
Jumat, 18/04/2008 06:24 WIB
Di-’Skak Mat’ SMS, Reputasi Atlet Tercoreng
Fransiska Ari Wahyu – detikinet
Dubai – Pesan singkat (SMS) bisa mendatangkan malapetaka bagi seorang atlet. Gara-gara SMS, seorang atlet hancur reputasinya dan terancam terkena larangan bertanding.
Hal itu dialami seorang atlet catur dari Iran, M. Sadatnajafi, saat sedang bertanding dalam turnamen Dubai Open Chess melawan Li Chao, Grandmaster asal China. Ia konon tertangkap basah menerima SMS tips untuk langkah berikutnya.
Kejadiannya juga cukup menggelikan. Setelah melakukan 10 langkah, tiba-tiba saja ponsel atlet itu terjatuh di depan juri. Setelah di lihat, di dalam ponsel itu tertera pesan-pesan berisi instruksi tentang langkah yang harus dilakukan. Sadatnajafi pun bagai terkena ’skak mat’ dan tak bisa berkata apa-apa.
Diduga instruksi ini diberikan oleh seseorang yang sedang menyaksikan jalannya pertandingan yang sedang disiarkan live via internet, demikian seperti dikutip detikINET dari Cellular News, Jumat (18/4/2008).
“Berdasarkan peraturan International Chess Federation (FIDE), pemain tidak diperkenankan menggunakan ponsel saat sedang bertanding. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan hasilnya akan dilaporkan ke FIDE untuk menentukan langkah selanjutnya,” ungkap Casto Abundo, ketua juri pertandingan.
Kecurangan semacam ini juga pernah terjadi sebelumnya. Di bulan Desember 2006 atlet bernama Umakant Sharma, juga melakukan kecurangan saat pertandingan. Dia menggunakan instruksi komputer via Bluetooth yang diselipkan di topinya. Walhasil, dia dijatuhi sanksi larangan bertanding selama 10 tahun. Mungkin saja Sadatnajafi akan mengalami nasib yang sama.
Punya cerita menarik seputar dunia TIi? Sampaikan di detikINET Forum!
04.16.08
Pesan Pembobol Kominfo: Jangan Kutip Roy Suryo
Selasa, 15/04/2008 22:52 WIB
Wicaksono Hidayat – detikinet
Jakarta – Situs Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) yang beralamat di depkominfo.go.id kembali jadi sasaran ulah dedemit maya. Kali ini, sebaris pesan sang pelaku menyebut ‘jangan kutip Roy Suryo’.
Pembobolan tersebut tampaknya dilakukan pada database pemetaan e-commerce Indonesia yang dimiliki Kominfo. Menurut sang pembobol, seluruh data dalam situs Kominfo itu bisa diubah olehnya.
Menurut pantauan detikINET, Selasa (15/4/2008), hingga pukul 22:50 WIB hasil pembobolan tersebut masih bisa diakses. Berikut adalah pesan lengkap sang pelaku:
Nama Perusahaan : saya dapat merubah semua isi data
Alamat : kenapa kalo ga di kerjain kominfo ga mau update security..?
Kota : BANJARMASIN
Propinsi : Kalimantan Selatan
Kode Pos : senuk
Kontak Person : jgn kutip roy suryo..
Telpon : install linux
Fax : tolong donk om admin di periksa skripnya
Website : www.depkominfo-bego.go.id
Bentuk Usaha : Perseroan terbatas
Bidang Usaha : Perdagangan
Produk Utama : Prostitusi
Produk Tambahan : buat om admin.. yang ingin data yg saya rubah silahkan hub ke email ini durhaka.disurga@yahoo.com
Deskripsi Perusahaan : saya tidak ada niak buat ngerusak situs anda.. cuma anda aja yg malas.. udah di bayar mahal.. masih malas periksa script..
Bicarakan semua tentang dunia underground di detikINET Forum
( wsh / wsh )
04.09.08
Tiga Mode Komunikasi.
Dunia telekomunikasi mengenal tiga mode mendasar dalam berkomunikasi. Mode ini bisa diaplikasikan bahkan dikondisi apapun dan teknologi apapun dalam konteks pertelekomunikasian.
a. Simplex.
Adalah mode komunikasi satu arah. Di sini pihak penerima tidak dapat memberikan informasi balikan. Atau sering juga disebut komunikasi broadcast (media penyiaran). Contoh yang sering menggunakan mode ini adalah siaran televisi dan siaran radio. Disebut mode simplex karena saat anda menonton sinetron anda tidak diperkenankan untuk berkomunikasi dengan para pemain di sinetron tersebut. Kalo boleh ngobrol ama pemainnya bakalan berubah kali jalan cerita sinetronnya. Contoh lainnya adalah saat anda dimarahi oleh orang tua atau guru anda. Ya di sini anda tidak diperkenankan melakukan perlawanan karena inilah mode simplex alias satu arah.
Mode ini dapat diaplikasikan saat media transmisi yang digunakan dikuasai penuh oleh pihak pengirim (Secara ). Keseluruhan bandwidth digunakan oleh pengirim.
b. Duplex / Full Duplex.
Perlu dibaca ulang ini bukan durex. Ini duplex. Duplex adalah media komunikasi dua arah. Dimana pihak pengirim dan penerima bisa berkomunikasi dua arah secara bersama-sama. Contoh media yang menggunakan mode ini adalah telepon baik selular maupun fixed telepon rumah. Kedua belah pihak bisa berbincang secara bersama-sama. Mode ini tidak disarankan untuk orang berpacaran yang saling berkomunikasi karena bisa ribut dua belah pihak satu ngobrol ngalor satu ngidul mana nyambung.
Mode komunikasi ini dapat diplikasikan saat media transmisi dibagi dua. Satu untuk masing-masing sisi.
c. Half Duplex.
Adalah media komunikasi dua arah. Namun berbeda dengan duplex, half duplex berkomunikasi dua arah secara saling bergantian. Jadi saat terjadi komunikasi antara A dan B. Saat A mengirim informasi (berbicara) maka B akan menerima informasi (mendengarkan). Demikian terjadi proses yang sebaliknya (vice versa). Contoh media yang menggunakan media ini adalah radio walkie talkie. Mode ini sangat disarankan untuk pasangan yang sedang berpacaran karena komunikasi yang sebenarnya adalah saat satu pihak menyampaikan curahan hatinya maka saat yang satunya untuk mendengarkan.


