Telekomunikasi jadi mudah dan berisi.

Archive for the ‘Teknologi Telekomunikasi’ Category

CLOUD COMPUTING DALAM PEMAHAMAN NIST

Dalam perspektif NIST sebuah sistem yang disebut sebagai cloud computing harus memenuhi elemen-elemen penting.

Namun sebelum membahas lebih detail mengenai elemen apa saja itu, buat Anda yang masih awam, kita bahas terlebih dahulu mengenai apa dan siapa NIST.

The National Institute of Standards and Technology (NIST), sebelumnya dikenal sebagai Biro Standar Nasional (NBS) antara 1901 dan 1988, adalah lembaga pengukuran standar laboratorium, atau dikenal sebagai National Institute Metrologik (NMI), yang merupakan lembaga non-regulatory dari Amerika Serikat pada Departemen Perdagangan. Misi resmi dari NIST adalah untuk mempromosikan inovasi AS dan meningkatkan daya saing industri dengan memajukan ilmu pengetahuan melalui pengukuran, standar, dan teknologi untuk meningkatkan keamanan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup.

Secara lebih mudahnya, NIST memberikan standard untuk semua barang dan hal yang diperdagangkan dan digunakan dalam Amerika Serikat. Agar suatu barang atau hal tersebut memiliki pemahaman yang sama bagi semua penggunanya.

Nah, menurut NIST tersebut, sebuah cloud computing harus memiliki karakteristik penting berikut:

On-demand self-service. Seorang konsumen dapat secara sepihak, berdasarkan keinginan dan kebutuhannya, menentukan kemampuan resource cloud computing yang dibutuhkan seperti kecepatan pelayanan server dan kapasitas penyimpanan jaringan secara otomatis tanpa memerlukan interaksi dengan manusia sebagai interfacing dari masing-masing penyedia layanan.

Akses jaringan yang luas. Kemampuan cloud computing yang tersedia harus bisa diakses melalui jaringan dan dengan berbagai macam mekanisme heterogen platform yang ada baik itu thin decice client atau thick device (misalnya, ponsel, tablet, laptop, dan workstation).

Resources pooling. Sumber daya komputasi dari provider dikumpulkan dan tersedia untuk melayani berbagai konsumen menggunakan model multi-tenant, dengan sumber daya fisik dan virtual yang beragam yang dialokasikan secara dinamis dan bisa dipindahulang sesuai dengan permintaan konsumen. Ada kemungkinan bahwa pelanggan umumnya tidak memiliki pengetahuan atas lokasi tepat dari sumber daya yang digunakan, namun provider dapat menentukan lokasi resource pada tingkat yang lebih tinggi sebagai abstraksi (misalnya, negara, negara bagian, atau datacenter). Hal-hal yang bisa termasuk sumber daya mencakup media penyimpanan, CPU, kapasitas memori, dan bandwidth jaringan.

Cepat dan elastis. Kemampuan sumber daya yang digunakan bisa secara elastis digunakan atau kemudian tidak dipakai sesuai kebutuhan. Dalam beberapa kasus bisa berjalan secara otomatis dipakai atau kemudian tidak diapai lagi sesuai dengan permintaan. Untuk konsumen tertenty, kemampuan yang dia butuhkan untuk pengadaan sering muncul menjadi kapasitas yang tidak terbatas dan disesuaikan dalam jumlah berapapun dan kapanpun diinginkan.

Layanan Terukur. Sistem Cloud secara otomatis mampu mengontrol dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang digunakan dengan memanfaatkan pengukuran jumlah sumber daya yang digunakan di beberapa tingkat dan jenis layanan (misalnya media storage, CPU processing, bandwidth, dan account pengguna aktif). Penggunaan sumber daya tersebut dapat dipantau, dikendalikan, dan dilaporkan sehingga mampu memberikan fungsi transparansi bagi bagi operator ataupun konsumen cloud computing. Basis pentarifan dari metode ini umum disebut dengan pay per use (PPU).

Referensi :

[1] http://en.wikipedia.org/wiki/NIST
Download Materi ini

Download Referensi dari NIST

KELEBIHAN MENGGUNAKAN CLOUD COMPUTING

Pemaparan kelebihan cloud computing di sini bukan bertujuan untuk melakukan penjualan namun lebih menceritakan sisi apa yang ingin didorong dengan pemanfaatan Cloud Computing. Dengan mengetahui kelebihannya diharapkan bisa lebih bijak dalam melakukan pemilihan.

Sebagian keuntungan cloud computing dalam penggelaran aplikasi adalah untuk mengurangi waktu menjalankan aplikasi dan waktu respon aplikasi, meminimalkan risiko penggelaran infrastruktur fisik seperti pengadaan server, menurunkan biaya, dan meningkatkan laju inovasi.

  1. Mengurangi waktu kerja dan waktu respon dari sebuah aplikasi.

Untuk aplikasi yang menggunakan infrastruktur cloud computing dalam menjalankan pekerjaan batch, dapat dengan mudah mengalokasikan 1000 server untuk menyelesaikan sebuah tugas sehingga waktu kerja yang dibutuhkan adalah 1/1000 waktu yang dibutuhkan oleh server tunggal. Sedangkan kecepatan waktu respon yang lebih baik kepada pelanggan mereka diberikaan dengan aplikasi refactoring sehingga setiap penggunaan resources CPU dalam server farm bisa lebih intensif dan membantu mengoptimalkan waktu respon walaupun skala permintaannya relatif besar.

  1. Meminimalkan faktor risiko infrastruktur

Divisi IT dalam sebuah perusahaan dapat menggunakan cloud computing untuk mengurangi risiko yang secara konvensional melekat dalam pembelian server fisik dan aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya. Misalnya apakah aplikasi baru atau penambahan pemilihan server baru menjadi lebih baik dari server sebelumnya? Jika tidak lebih baik maka berarti perusahaan telah salah berinvestasi. Jika berfungsi lebih baik, berapa banyak server yang diperlukan lagi seiring dengan kenaikan beban kerja? Jika kesuksesan aplikasi berumur pendek maka apakah investasi yang ada sudah kembali sebelum kesuksesan berakhir? Ketika sebuah aplikasi didorong menggunakan cloud computing, skalabilitas dan risiko pembelian infrastruktur yang terlalu banyak atau terlalu sedikit akan menjadi resiko resources cloud computing.

Cloud computing juga meminimalkan risiko infrastruktur di mana kebutuhan datacenter perusahaan membengkak untuk menangani lonjakan beban kerja. Dengan desain cloud computing memungkinkan kelebihan beban kerja tersebut ke fasilitas cloud computing sehingga sumber daya tidak lagi langka, dan pengadaannya dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan mendesak perusahaan.

  1. Lebih rendah biaya entry market

Kelebihan cloud computing dalam membantu mengurangi biaya untuk memasuki pasar baru (entry market) karena infrastruktur cloud computing disewa dan tidak dibeli maka biaya lebih dapat dikendalikan, bahkan penanaman modal di awal dapat menjadi nol. Dengan meminimalkan biaya yang muncul di awal, cloud compting dapat membantu untuk lebih mengurangi biaya dan usaha masuk ke pasar. Biaya rendah untuk masuk ke pasar baru ini membantu proses start-up perusahaan-perusahaan khususnya yang memiliki kemampuan permodalan yang kecil.

  1. Peningkatan kecepatan inovasi

Cloud computing dapat membantu untuk meningkatkan laju inovasi yang diwujudkan melalui penggunaan perangkat lunak open source, seluruh industri open source mampu berfungsi untuk mempercepat laju peningkatan inovasi yang menggunakan cloud computing.

Referensi :

IntroductIon to Cloud Computing ArChiteCture; SUN White Paper; 1st Edition, June 2009
Download materi ini

DEFINISI CLOUD COMPUTING

 

Cloud Computing secara harfiah diartikan sebagai : “Cloud = awan” dan “Computing = menghitung” jadi cloud computing diartikan langsung sebagai “menghitung awan”.  Hehehe itu adalah pengertian yang sering dipahami oleh orang awam. Namun sebenarnya bukan itu yang dimaksud dengan “cloud computing”.  Jika kita cek ke tante wikipedia maka dia menjawab berikut :

“Cloud computing adalah penggunaan sumber daya komputasi (hardware dan software) yang diwujudkan dalam bentuk layanan yang bisa diakses melalui jaringan (biasanya internet). Asal kata “cloud” diambil dari penggunaan simbol berbentuk awan yang sering digunakan sebagai abstraksi penggambaran infrastruktur kompleks yang dikandungnya dalam sebuah sistem. “

Namun definisi yang diberikan tante wikipedia tersebut tidak sejalan dengan layanan yang saat ini diberikan oleh Cloud Computing Service Provider (atau lebih akrab disapa CCSP) atau sering tidak sejalan dengan pemahaman dari perspektif perusahaan yang mengakses layanan cloud computing. Sebagai contoh; pada bulan Juni 2009, Verizon mengumumkan layanan barunya untuk delivery cloud computing services yang bisa diakses melalui jaringan MPLS.  Dalam hal ini metode pengaksesan cloud computing tidak melalui internet namun melalui layanan WAN dari Verizon. Dengan pengaksesan layanan melalui WAN maka user dari cloud computing tersebut bisa mendapatkan tingkatan delay dan paket loss yang lebih kecil, terukur dan bisa lebih digaransi. Pendekatan pada case verizon ini merefer pada salah satu tipe arsitektur yang disupport oleh cloud computing yakni private cloud computing.

Penjelasan yang lebih njelimet lagi salah satunya dikeluarkan dalam salah satu edisi The Cloud Computing Journal pada Januari 2009 dimana di dalamnya terdapat sebuah artikel yang memberikan 21 definisi dari cloud computing.

Namun secara simple dapat dikatakan bahwa dengan adanya sumber daya komputasi (hardware dan software) yang bisa diakses melalui jaringan berarti sebuah perusahaan atau individu tidak perlu lagi terhambat hardware atau pun software jika membutuhkan alokasi komputasi. Perusahaan bisa menyewa tanpa harus memiliki dan bisa menggunakan kapanpun dan dimanapun selama bisa terkoneksi dengan jaringan.

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing

Download materi ini :

Definisi cloud computing.pdf

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.