04.14.08
Yahoo dan Google Mesra, Microsoft Cemburu
Yahoo dan Google Mesra, Microsoft Cemburu
Fino Yurio Kristo – detikinet
San Francisco – Raksasa internet Yahoo memutuskan melakukan uji coba layanan iklan milik rival beratnya Google yakni Google AdSense. Uji coba ini diharapkan berlangsung dua minggu dan hanya terbatas diterapkan pada tiga persen pencarian lewat Yahoo.
Dikutip detikINET dari AFP, Minggu (13/4/2008), uji coba dilakukan pada lalu lintas web di yahoo.com Amerika. Yahoo menegaskan, langkah ini bukan berarti Yahoo akan mengadopsi AdSense serta menjalin hubungan komersial lanjutan dengan Google.
Di sisi lain, jika terus berlanjut, jalinan kerja sama Google dan Yahoo bisa menciptakan kekuatan dahsyat. Hal itu yang membuat pihak Microsoft keberatan.
Brad Smith, Penasehat Umum Microsoft memaparkan, perpaduan antara Yahoo dan Google akan menciptakan dominasi tunggal yang sukar terkalahkan. “Pasar akan makin tidak kompetitif, sangat jauh berbeda dibandingkan lamaran kami pada Yahoo,” ujarnya.
Adapun sampai saat ini, Microsoft masih konsisten dengan pinangannya untuk mendapatkan Yahoo. Nilai pinangan sebesar US$ 44,6 miliar tetap ditawarkan meski Yahoo telah resmi menolaknya karena dianggap terlalu rendah.
Ada anggapan, Yahoo mengujicoba AdSense untuk menegaskan mereka punya banyak alternatif bisnis selain tawaran Microsoft. Kabar terbaru, Yahoo telah berancang-ancang menjalin kesepakatan untuk bermitra dengan American Online (AOL).
04.09.08
Indosat-XL Saling Tunggu Turunkan Tarif?
Indosat-XL Saling Tunggu Turunkan Tarif?
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

ilustrasi (inet)
Jakarta – Sudah lebih dari seminggu sejak pemerintah mengimbau penurunan tarif dasar seluler seiring turunnya tarif interkoneksi per 1 April 2008. Namun, baik Indosat maupun Excelcomindo Pratama (XL) sama-sama bersikeras menunggu habisnya tenggat waktu.
Kedua operator yang masuk tiga besar penyelenggara seluler di Tanah Air ini masih belum mau juga menurunkan tarif dasar layanan telekomunikasinya hingga hari ini, Rabu (9/4/2008).
Direktur Indosat Syakieb Sungkar mengaku masih menghitung penurunannya. Menurutnya, Indosat paling lambat akan mengumumkannya pada 14 April 2008 mendatang sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah.
“Sabar saja, tarif dasar kami pasti akan turun. Lagipula, saat ini tarif promosi kami sudah sangat murah,” klaimnya di sela peluncuran voucher dan kartu prabayar Mentari “Visit Indonesia Year 2008″ di kantor pusat Indosat, Jakarta, Rabu (9/4/2008).
Sementara, GM Corporate Communication XL Myra Junor juga masih belum mau berkomentar banyak soal penurunan tarif dasar percakapan dan pesan singkat (SMS). “Tunggu saja kejutannya,” tandas dia dalam kesempatan lain.
Baik Indosat maupun XL, belakangan ini sangat kentara tengah melancarkan perang promosi mengenai tarif. Tengok saja ketika XL meluncurkan promosi baru tentang tarifnya, sudah pasti tak lama kemudian, Indosat akan meluncurkan program sejenis.
sumber : Noor, Achmad Rouzni. Rabu, 9 April 2008. “Indosat-XL Saling Tunggu Turunkan Tarif?” www.detikinet.com
04.06.08
Indonesia Membutuhkan Digital Archivist
Disiplin ilmu untuk digital archivist di tanah air memang belum ada, begitu jelas Akhmadsyah yang berbicara dalam acara pengenalan produk scanner dokumen di Jakarta. Padahal, “sudah ada kebutuhan untuk digital archivist,” tegasnya. Sebagai informasi, digital archivist adalah orang yang bertanggung jawab atas sistem dokumentasi/pengarsipan elektronik alias dalam bentuk digital, mulai dari dokumentasi, pengelolaan, sampai cara aksesnya.
Akhmadsyah mencontohkan bagaimana arsip-arsip DPU DKI seharusnya bisa terselamatkan seandainya lembaga pemerintahan tersebut sudah menerapkan sistem kearsipan digital. Tidak seperti sekarang, banyak dokumen penting yang rusak/hilang karena terendam banjir besar beberapa waktu lalu. Dokumen-dokumen penting tim Komnas HAM Anak pun tidak akan musnah tanpa bekas ketika kantornya dilalap kebakaran andaikata ada pengarsipan digital.
Namun Akhmadsyah tidak menyangkal bahwa ada kendala besar – di luar kelangkaan digital archivist – dalam mendigitalkan data/informasi, termasuk untuk microfilm yang sekarang bahan bakunya sudah tidak lagi diproduksi. “Bila akan didigitalkan atau di-scan, ada biayanya,” akunya. Proses digitalisasi dokumen melalui scanner ini diperlukan untuk dua kepentingan, preservasi dan akses.
Biaya itu bisa cukup besar, mengingat harga scanner saja cukup tinggi, sementara dokumentasi digital belum menjadi prioritas utama, apalagi di daerah. Contohnya Canon DRX-10C. Harga mesin yang mampu melarik 100 lembar kertas A4 per detiknya itu US$ 30.000.
“Apakah kita menunggu sistem kearsipan elektronik?” tanya Akhmadsyah. Menurutnya tidak, karena sejak tahun 2004 ANRI sudah mengembangkan, menguji-cobanya, dan terbukti bisa jalan. Ia mengatakan, saat ini yang diperlukan adalah pedoman dan standar tentang pengelolaan arsip digital.
“Kontrol yang baik setelah informasi direkam dalam bentuk arsip adalah kunci keberhasilan (sistem kearsipan digital),” pesan Akhmadsyah. “Yang penting aplikasinya untuk akses kembali arsip, “tambahnya menggarisbawahi.
Wiwiek Juwono
source : Juwono, Wiwik . Jumat, 4 April 2008 . “Indonesia Membutuhkan Digital Archivist” . www.kompas.com/tekno


