07.27.08
Dari 1G ke 4G (brief history 2 of 3)
Generasi saat ini ..
Pada dekade 90an dua organisasi bekerja untuk mendefinisikan kelanjutan generasi telepon selular berikutnya. Mereka menyebutnya generasi ketiga (3G). Generasi ketiga ini hadir dengan tujuan mengeliminasi incompatibility hasil dari berbagai macam versi dari generasi kedua dan akhirnya menjadi sistem global yang sejati.
Disamping mencoba mengatasi incompatibility antar sistem sebuah sistem 3G diharapkan akan mendapatkan kualitas channel suara yang lebih baik dari generasi sebelumnya dan kemampuan dalam mengirimkan data broadband hingga 2 Mbps (setara dengan 1 E1 = 2,048 Mbps). Sayang sekali kedua organisasi tersebut (masing-masing organisasi menelurkan standardisasi masing-masing yakni WCDMA dan CDMA2000) gagal dalam melakukan rekonsiliasi perbedaannya, hasil akhirnya kita bisa melihat pengenalan akan dua macam versi dari generasi ketiga telepon seluler. Bahkan sebagai tambahannya, China saat ini dalam tahapan untuk mengimplementasikan versi ketiga dari 3G.
Dalam perjalanannya menuju generasi ketiga, diciptakanlah sebuah sistem yang disebut Sistem 2,5G. Sistem ini adalah kondisi perantara dari 2G ke 3G. Standardisasi yang dikenal pada generasi ini seperti EDGE, GPRS, 1XRTT. Pada dasarnya 2,5 G didesain untuk meningkatkan kapasitas kanal frekuensi radio dari teknologi 2G dan memperkenalkan layanan data hingga kecepatan 384 kbps. Aspek paling penting dari generasi 2,5 adalah kanal data dioptimasi untuk paket data yang akan memperkenalkan media akses ke internet melalui perangkat mobile entah itu telepon, laptop ataupun PDA.
Berdasarkan perkembangan sejarah yang telah tertulis, indikasi munculnya sebuah generasi baru akan terjadi setiap satu dekade (sekitar sepuluh tahun), kenyataan ini memunculkan semangat untuk memulai kelahiran dari generasi keempat dalam komunikasi telepon bergerak.
Referensi :
[1] Jawad Ibrahim.”4G Features” at jaibrahi@bechtel.com issued date December 2002.



Yari NK berkata,
Agustus 12, 2008 pada 6:28 am
4G katanya nanti bakal antenenya (receiver-nya) lebih dari satu, agar bisa lebih cepat menerima data. Tapi saya nunggu yang 5G aja deh sekalian…..
Xnu_G berkata,
Agustus 17, 2008 pada 1:09 am
Bener juga pak ntar sekalian 6G. Tapi kapan kita bisa bikin G sendiri ya?
Andi Sukry berkata,
September 8, 2008 pada 12:11 pm
artikelnya bagus mas, saya berharap tekhnologi semakin maju dan mantab, sekarang saya memakai jaringan edge tapi sayangnya kecepatan yang ditawarkan tidak sama dengan kecepatan yang diberikan lelet mas, buat blogwalking aja susah, tapi sukses untuk mas. salam kenal mas
Niff berkata,
September 15, 2008 pada 5:27 am
satu dekade apa ga kelamaan tu?
eh, kapan ikut kopdar?
Wisnhu_Ajie berkata,
September 20, 2008 pada 12:54 pm
Itu berdasarkan sejarah mas. Kalo dipercepat takut market tidak dapat mengikuti.
Kapan ya bisa kopdar? Pengen euy
Ery berkata,
Februari 17, 2009 pada 2:20 pm
bicara teknologi , tentu saja riset dan pengembangan tidak akan pernah berhenti, nama nya berkembang, tidak ada yang berkembang itu mundur, selalu maju, tapi persoalannya, apakah teknologi itu mampu menjawab kebutuhan dari pengguna teknologi itu sendiri, bukan berdasarkan keinginan. seperti lagunya soundtrack doraemon yang sudah meracuni masyarakat indonesia pada khususnya untuk menjadi bangsa konsumerisme. aku ingin begitu aku ingin begini, ingin ingin semua banyak sekali. coba di ganti aku butuh begini aku butuh begitu. he3x.
tama berkata,
September 14, 2009 pada 4:23 am
bagus….tp kurang banyak….
Panji berkata,
September 18, 2009 pada 10:18 pm
Iya bener, peningkatan generasi juga melihat marketnya terlebih dahulu.
Baca-baca dulu ah…
Referensi BloG berkata,
Oktober 13, 2009 pada 6:58 pm
Mo baca-baca dlu menarik nih mas buat nambah pengetahuan juga.. O yah silakan mampir juga ke blog saya..trims
BloG Telekomunikasi berkata,
Oktober 13, 2009 pada 7:01 pm
Kunjungan pago hari lagi nih yang ke berapa ya. Menarik info 4Gnya tapi kurasa para operator Indonesia msh mw mengembangkan yg 3G dulu.
)
Please welcome to visit..