07.23.08
4G Definition and Overview
Di generasi keempat (4G) masyarakat cenderung pada teknologi yang bisa digunakan kapan saja, dimana saja dan menggunakan apa saja.
Teknologi 4G (Fourth Generation) adalah teknologi kelanjutan dari proses perkembangan teknologi telepon seluler (mobile phone). Sebelumnya masyarakat telah sangat mengenal dengan teknologi 2G (Second Generation) yang sangat ngetrend dengan teknologi voice call dan SMS. Baru-baru ini masyarakat dikenalkan dengan teknologi 3G (Third Generation) dengan andalannya teknologi video call. Di generasi keempat (4G), masyarakat akan cenderung dibawa pada sebuah koneksi yang bisa selalu terhubung setiap saat. Atau bisa dijabarkan dengan istilah kapan saja, dimana saja dan bahkan dengan perangkat apa saja.
Istilah 4G digunakan secara luas untuk menggabungkan beberapa macam sistem komunikasi broadband wireless access ke dalam sebuah sistem komunikasi dan bukan hanya sistem telepon seluler saja melainkan juga menunjang keberadaan fixed wireless network seperti Wi Fi (Wireless Fidelity) dan Wi Max (Wireless Metropolitan Access). Oleh karena itu, sistem 4G diharapkan menjadi sebuah sistem yang mampu menjembatani antara berbagai jaringan broadband wireless access yang telah ada di masyarakat secara seamlessly (tidak terasa proses perpindahan antar jaringan yang sedang digunakan) baik itu perangkatnya, jaringannya dan juga aplikasinya. Sehingga diharapkan pada tujuan akhir nanti dari kemunculan teknologi ini adalah untuk memuaskan para penggunanya. Dan salah satu parameter yang bisa dilihat adalah dengan meningkatnya permintaan dari pengguna itu sendiri.
Salah satu istilah yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan teknologi 4G adalah MAGIC :
• M obile multimedia, penggunaan aplikasi bergerak di mana saja.
• A nytime anywhere, kapan saja dan dimana saja.
• G lobal mobility support, sangat mendukung kebebasan bergerak.
• I ntegrated wireless solution, solusi perangkat wireless terintegrasi.
• C ostumized personal service, layanan yang mampu mengekspresikan diri.
Dengan kemampuan dari teknologi 4G yang sedemikian canggih dalam menyelaraskan berbagai jaringan komunikasi pita lebar, diharapkan kehadiran teknologi semacam 4G ini dapat ditunjang dengan keberadaan industri dan penggunaan perangkat mobile seperti laptop, PDA dan handhelds yang semakin berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin user friendly. Keberadaan yang dimaksud bukan hanya ada barangnya, tapi tentu saja dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan dengan kualitas yang memuaskan.
Referensi :
[1] “4G Mobiles a Technical Paper” by Alcatel
[2] Jawad Ibrahim.”4G Features” at jaibrahi@bechtel.com issued date December 2002.



mawanz berkata,
Juli 23, 2008 pada 6:21 am
ah….
sekarang mah istilah 3G dan (juga bakalan) 4G cuma jadi komoditas dagang aja.
Dulu yg namanya 3G idealnya adalah full packet switch, gak ada lagi circuit switch, beda dengan 2G. Dimana 2.5G (dengan GPRS dan turunannya) merupakan kombinasi antara circuit dan packet switch. Udah tau kan ujung (sekarang) jadinya kaya’ apa… cuma beda kemampuan mentransfer bandwidth doang.
Gimana dengan (bakalan) 4G? Gue rasa juga bakalan jauh teknologi dan marketing/sales.
Lagian connect anywhere itu dah jadi prinsipnya UMTS (ideal UMTS, not marketing UMTS !!!) dari dulu, dimana single number can connect anywhere with anything (any technology i.e: GSM, CDMA) menjadi key parameternya.
Wisnhu Ajie berkata,
Juli 23, 2008 pada 7:02 am
Masukkan bagus mas untuk membahas mengenai keterkaitan teknologi dengan strategi dagang. Terima kasih masukkannya.
Ditya Rizky Yudistira berkata,
Juli 26, 2008 pada 7:30 am
@mawanz
saya kira pandangan anda terlalu skeptis mas!
teknologi apapun tidak akan nyampe ke masyarakat kalo tidak dikemas dalam sebuah komoditi dagang.anda saya kira cukup cerdas mengartikan sebuah proses marketing sebagai sarana mendekatkan teknologi itu sendiri ke masyarakat.memang pada faktanya masyarakat lebih melihat perkembangan 2G menuju ke 4G sebagai akal2an para provider atau pemegang kebijakan di atas sana.tapi saya melihatnya ini sebagai sebuah proses transisi menuju masyarakat indonesia yang melek teknologi telekomunikasi.sekarang tinggal gimana memberikan sumbangsih nyata kita ke dunia telekomunikasi indonesia.lebih daripada sekedar melakukan kritisi di luar teknis teknologi itu sendiri.Hanya pendapat saya…no offense mas!Piss.
@wisnhu ajie
artikel2nya bagus mas…sukses selalu!salam dari junior nih . . .
Xnu_G berkata,
Juli 26, 2008 pada 7:43 am
@ ditya : terima kasih mas saya harap saya bisa membantu dalam proses menuju masyarakat yang melek teknologi meskipun susah jadi tuan rumah di negeri sendiri.
BIG berkata,
November 6, 2008 pada 11:34 am
kalo gue sih gak yakin dengan 4 G akan terjadi pada tahun 2010… terlalu cepet lagi.
Gimana mau bersatu semua layanan, wong berbagi tower aja para operator susah banget sharenya. Semua punya ego masing-masing. Jadi jangan harap bisa gabung semuanya. Yang ada cuma bersaing tak sehat.
so, kita liat aja nanti!!!