04.18.08

Pangsa Pasar Industri Content di Amerika Serikat.

Ditulis dalam Operator Telekomunikasi pada 6:40 pm oleh Wisnhu Ajie

“Industri penyedia jasa menduduki peringkat ketiga setelah industri keamanan dan industri minyak dan gas jauh mengungguli industri telekomunikasi di peringkat kesepuluh dan industri penyedia jaringan dan perangkatnya di peringkat ketiga belas dalam 12 industri dengan pertumbuhan revenue paling cepat.”

Fortune 500, 30 April 2007.

 

Fenomena berkembangnya industri content yang akan mengungguli industri lain di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah banyak “dibaca” oleh perusahaan telekomunikasi besar di dunia. Hal ini dibuktikan dengan perkembangan industri layanan jasa selama lima tahun terakhir.

Jika kita tengok perkembangan 13 industri yang berkembang di Amerika Serikat selama lima tahun terakhir hingga perkembangan ketiga belas industri tersebut selama satu tahun terakhir khususnya pada pertambahan keuntungannya kita bisa melihat bahwa industri penyedia content melesat dari tidak berada pada daftar 13 besar industri dengan pertumbuhan laba tertinggi sejak lima tahun terakhir seperti terlihat pada tabel 2 berikut.

 

Top industries

Fastest Growing Industries: Growth in Profits (5 Year)

 

Industry Rank

Industry

2000 – 2005 % Annual
Growth in Profits

1

Oil and Gas Equipment, Services

45.0

2

Homebuilders

40.5

3

Petroleum Refining

35.3

4

Health Care: Insurance & Managed Care

35.0

5

Metals

33.3

6

Health Care: Medical Facilities

33.1

7

Mining, Crude-Oil Production

30.7

8

Food Production

29.9

9

Wholesalers: Diversified

25.4

10

Insurance: P & C (stock)

20.7

11

Entertainment

20.6

12

Wholesalers: Food and Grocery

19.2

13

Network and Other Communications Equipment

16.4

 

Tabel 2. Tiga belas industri di Amerika Serikat dengan perkembangan keuntungan terbesar selama lima tahun terakhir. 

Pertumbuhan rata-rata tiap industri selama lima tahun terakhir khususnya dalam pertumbuhan keuntungannya telah menempatkan industri jaringan dan perangkat komunikasi di peringkat tiga belas. Dan jika lebih diteliti di dalam tabel tersebut tidak terdapat industri penyedia content. Peringkat satunya diduduki oleh industri layanan minyak dan gas. Sangat kontras kondisinya jika kita memperkecil rentangan pertumbuhan keuntungan menjadi hanya satu tahun terakhir seperti terlihat pada tabel 3.

Industry Rank

Industry

2005 % Growth in Profits

1

Internet Services and Retailing

125.9

2

Railroads

81.7

3

Mining, Crude-Oil Production

80.8

4

Energy

79.8

5

Food Production

68.4

6

Petroleum Refining

57.8

7

Medical Products & Equipment

45.0

8

Homebuilders

39.5

9

Wholesalers: Food and Grocery

37.7

10

Pipelines

35.3

11

Aerospace and Defense

31.2

12

Wholesalers: Diversified

30.7

13

Network and Other Communications Equipment

30.4

 

Tabel 3. Tiga belas industri di Amerika Serikat dengan perkembangan keuntungan terbesar selama satu tahun terakhir. 

Pada rentangan satu tahun terakhir secara mengejutkan industri layanan content telah menduduki peringkat satu dan industri jaringan dan perangkat komunikasi lain tetap menduduki peringkat ketiga belas. Dua kesimpulan bisa kita ambil dengan membandingkan kedua tabel ini [3].

Kesimpulan pertama bahwa pertumbuhan industri jaringan dan perangkat komunikasi cenderung konstan bila dibandingkan dengan industri lainnya. Meskipun terjadi perubahan mengenai industri-industri yang ada pada daftar ini namun industri ini tetap berada pada peringkat ketiga belas.  

Kesimpulan kedua adalah bahwa industri penyedia content mengalami peningkatan yang signifikan selama satu tahun bahkan bisa mencapai 125,9%. Dan sepertinya angka pertumbuhan industri content ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ini hanyalah permulaan dari sebuah bola salju.

Kedua kesimpulan di atas secara tidak langsung mengatakan bahwa selama satu tahun terakhir angka pertumbuhan industri content sudah “melangkahi” angka dari pertumbuhan industri penyedia jaringan ataupun industri telekomunikasi. Sebuah industri industri yang notabene adalah industri yang telah menghidupkan industri penyedia content.  

Bagaimana fenomena ini bisa dijelaskan? Satu hal yang bisa menjadi hipotesa atas hadirnya fenomena ini adalah saat pasar mengalami titik jenuh dalam artian angka teledensitas di suatu negara mencapai lebih dari 80% maka para penyedia jaringan yang tersisa akan mengalami suatu iklim kompetisi yang sedemikian ketatnya sehingga penurunan harga dan peningkatan kapasitas menjadi salah satu solusinya. Efek yang terjadi pada para penggunanya adalah mereka mendapatkan sebuah layanan internet yang sedemikian rendah dari segi harga dan kapasitas yang relatif besar. Saat semua memberikan penawaran harga sedemikian rendah dan kapasitas yang tinggi yang tertinggal di benak para pengguna bukanlah memilih media apa yang akan digunakan untuk dapat terkoneksi ke internet karena mereka bisa mendapatkan dengan mudah. Yang ada di benak para pengguna adalah layanan content apa yang akan mereka gunakan. Layanan apa yang akan memenuhi kebutuhan mereka. Yang ada di benak mereka yang sudah tidak mengalami kesulitan dalam memilih media transportasi adalah memilih tujuan akhir dari sarana transportasi tersebut.

Prospek industri content sebagai industri masa depan.

Ditulis dalam Operator Telekomunikasi pada 6:15 pm oleh Wisnhu Ajie

 “Saat biaya untuk mengakses internet menjadi sedemikian rendah orang tidak akan kesulitan  memilih media apa yang akan mereka gunakan tapi mereka lebih memikirkan content apa yang akan memuaskan mereka.”

Wisnhu Ajie F.

 

Tak disangsikan lagi industri content akan segera menjadi industri telekomunikasi masa depan. Industri ini diprediksi akan meraup untung yang sangat besar. Bahkan lebih besar dari pendapatan industri penyedia jaringan sebagai “media” yang mereka lalui. Salah satu bukti yang bisa disajikan disini adalah biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan layanan content per MB akan jauh lebih tinggi dari biaya yang dibutuhkan untuk berlangganan internet per MB.

Seperti telah diungkap oleh Prof Andrew Odlyzko bahwa harga layanan content saat ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga menyewa link untuk melaluinya. Contoh yang beliau ambil adalah layanan SMS. Harga SMS saat ini di US berkisar pada angka $ 0.10 setiap 30 byte ini berarti harga layanan SMS per MB adalah $ 3,000. Bandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk sebuah penyedia layanan internet kecil (ISP) untuk mengakses backbone dengan kapasitas 3 GB per bulan adalah $ 30 per bulan. Hal ini berarti biaya untuk mengakses layanan internet per MB nya adalah $ 0,01. Sungguh suatu angka yang sangat timpang [1].

Jika ingin disimpulkan maka perbandingan antara layanan jasa dengan layanan internet dan digambarkan dalam sebuah tabel adalah seperti berikut :

 

 

 

Angka dalam tabel di atas bukan tepat perbandingan dari harga real di lapangan tapi hanya untuk menunjukkan sebuah perbandingan mengenai betapa besar biaya yang didapatkan dari menyewa layanan jaringan dibandingkan dengan menyewa layanan content.

 

Alasan lainnya adalah sebuah perusahaan penyedia content tidak perlu menyelenggarakan jaringan mereka sendiri untuk dapat terhubung kepada para pelanggannya karena para penyedia jaringan sudah bersusah payah untuk mengusahakan hal ini. Para penyedia content tinggal menyewa atau membeli dari penyedia jaringan untuk dapat terhubung ke internet. Sedangkan untuk koneksi dari internet ke pelanggan mereka, para pelanggan mereka yang akan berswadaya untuk mengusahakan.

Terkadang hal semacam inilah yang memicu kemarahan dari para penyedia jaringan. Seperti dikatakan Ed Whitacre dari AT&T [2]:

“Menurut Anda bagaimana mereka bisa terhubung ke pelanggan mereka? Melalui jalur pita lebar. Jalur pita lebar yang dimiliki oleh perusahaan pita lebar. Melalui jalur pita lebar yang kita miliki.  Dan kini mereka akan menggunakannya secara gratis, tapi saya takkan membiarkannya kita telah menghabiskan banyak modal untuk ini kita akan  mendapat hasil yang lebih setimpal.”

Namun bagaimana sebenarnya kondisi pasar di Amerika Serikat khususnya di bidang telekomunikasi? Bagaimana perkembangan posisi industri penyedia jasa terhadap industri penyedia jaringan? Dan pertanyaan akhirnya bagaimanakah prospek industri penyedia jasa terhadap industri penyedia jaringan?

To be concluded … <read Pangsa Pasar Industri Content di Amerika Serikat>

Di-’Skak Mat’ SMS, Reputasi Atlet Tercoreng

Ditulis dalam Berita Teknologi pada 12:04 am oleh Wisnhu Ajie

Jumat, 18/04/2008 06:24 WIB

Di-’Skak Mat’ SMS, Reputasi Atlet Tercoreng
Fransiska Ari Wahyu – detikinet

Dubai – Pesan singkat (SMS) bisa mendatangkan malapetaka bagi seorang atlet. Gara-gara SMS, seorang atlet hancur reputasinya dan terancam terkena larangan bertanding.

Hal itu dialami seorang atlet catur dari Iran, M. Sadatnajafi, saat sedang bertanding dalam turnamen Dubai Open Chess melawan Li Chao, Grandmaster asal China. Ia konon tertangkap basah menerima SMS tips untuk langkah berikutnya.

Kejadiannya juga cukup menggelikan. Setelah melakukan 10 langkah, tiba-tiba saja ponsel atlet itu terjatuh di depan juri. Setelah di lihat, di dalam ponsel itu tertera pesan-pesan berisi instruksi tentang langkah yang harus dilakukan. Sadatnajafi pun bagai terkena ’skak mat’ dan tak bisa berkata apa-apa.

Diduga instruksi ini diberikan oleh seseorang yang sedang menyaksikan jalannya pertandingan yang sedang disiarkan live via internet, demikian seperti dikutip detikINET dari Cellular News, Jumat (18/4/2008).

“Berdasarkan peraturan International Chess Federation (FIDE), pemain tidak diperkenankan menggunakan ponsel saat sedang bertanding. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan hasilnya akan dilaporkan ke FIDE untuk menentukan langkah selanjutnya,” ungkap Casto Abundo, ketua juri pertandingan.

Kecurangan semacam ini juga pernah terjadi sebelumnya. Di bulan Desember 2006 atlet bernama Umakant Sharma, juga melakukan kecurangan saat pertandingan. Dia menggunakan instruksi komputer via Bluetooth yang diselipkan di topinya. Walhasil, dia dijatuhi sanksi larangan bertanding selama 10 tahun. Mungkin saja Sadatnajafi akan mengalami nasib yang sama.

Punya cerita menarik seputar dunia TIi? Sampaikan di detikINET Forum!

Halaman berikutnya